Pengurus KONI Kabupaten Tegal 2025–2029 Resmi Dikukuhkan, Siap Dongkrak Prestasi Olahraga

KONIKABTEGAL – Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tegal periode 2025-2029 resmi dikukuhkan.

Pelantikan tersebut dilakukan oleh Ketua KONI Jawa Tengah, Dr. Ir. Sujarwanto Dwiatmoko, M.Si yang melantik Bambang Asmoyo SH.MH sebagai Ketua KONI Kabupaten Tegal periode 2025-2029 di Gedung Dadali, Pemkab Tegal, Senin 22 Desember 2025.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Tegal, H. Ischak Maulana Rohman, Wakil Bupati Tegal, Ahmad Kholid, Sekda Kabupaten Tegal, Amir Makhmud, perwakilan KONI Kabupaten Brebes, Pemalang dan Kota Tegal serta Forkopimda Kabupaten Tegal.

Dalam kesempatan itu, Ketua KONI Kabupaten Tegal, Bambang Asmoyo berujar bahwa dengan berbagai tantangan yang ada, pihaknya berkomitmen untuk memajukan prestasi olahraga di Kabupaten Tegal.

“Kami tahu tantangan ke depan akan semakin sulit. Namun kami tetap optimis dan bertekad dengan visi dan misi KONI Kabupaten Tegal,” ungkapnya.

Dikatakan, bahwa dengan kepengurusan yang telah terbentuk ini, pihaknya akan mengembangkan tata kelola organisasi dan sistem manajemen yang lebih adaptif, transparan dan akuntabel.

“Kami mohon doa dan dukungan, sehingga pengurus yang baru dapat menjalankan tugas dengan amanah, dalam perjalanan kepengurusan empat tahun ke depan,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa strategi kedepan dalam mengembangkan prestasi, pihaknya akan membuat training center bagi atlet yang akan bertanding di kejurprov. Training center tersebut dilakukan minimal 3 bulan sebelum pertandingan dimulai.

“Yang jelas untuk target tetap kami genjot agar Kabupaten Tegal Luwih Apik. Namun kita lihat nanti seperti apa hasilnya, intinya kita tidak akan diam dan terus dorong untuk berprestasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua KONI Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko mengucapkan selamat atas dikukuhkan kepengurusan KONI Kabupaten Tegal tahun 2025-2029. Ia berharap kepengurusan baru mampu membawa olahraga Kabupaten Tegal bangkit dan berprestasi.

Sujarwanto menegaskan bahwa KONI harus berperan sebagai “ibu” bagi seluruh cabang olahraga (cabor) di Kabupaten Tegal. Menurutnya, KONI harus mampu mengayomi, membimbing, dan memberikan arahan agar terjalin kedekatan dan chemistry yang kuat dengan seluruh cabor.

“Dengan kedekatan tersebut akan lahir atlet-atlet berprestasi. Tugas KONI bukan hanya menempa prestasi, tetapi juga mendidik atlet agar serius menyiapkan masa depan,” ujarnya.

Ia menambahkan, aktivitas olahraga juga memiliki peran penting dalam menekan angka kenakalan remaja. Oleh karena itu, pembinaan prestasi dan pembinaan karakter harus menjadi dua misi utama dalam setiap kebijakan KONI.

Sujarwanto mengakui bahwa prestasi olahraga Kabupaten Tegal pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Jawa Tengah tahun 2023 di Pati, Kudus, dan Blora masih berada di posisi bawah. Namun, ia optimistis kepengurusan baru mampu melakukan perbaikan signifikan.

“Porprov Jawa Tengah kedepan akan dilakukan pada tahun 2026 mendatang. Persiapan harus dilakukan secara matang dan terpusat, termasuk melalui try in dan try out yang sistematis. Dengan persiapan yang baik, saya yakin Kabupaten Tegal bisa meningkatkan prestasi,” katanya.

Terkait keterbatasan anggaran, Sujarwanto mengingatkan agar kondisi tersebut tidak menjadi alasan untuk melemahkan semangat. Menurutnya, tantangan harus dihadapi dengan gotong royong dan pengelolaan yang maksimal, sebagaimana yang juga dihadapi KONI di tingkat provinsi.

Sementara itu, Bupati Tegal, H. Ischak Maulana Rohman, juga menyampaikan selamat kepada pengurus KONI Kabupaten Tegal yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa pengurus KONI memikul tanggung jawab besar karena prestasi olahraga Kabupaten Tegal saat ini masih berada di posisi terbawah di Jawa Tengah.

“Dengan kepengurusan baru ini harus ada semangat baru dan tujuan yang jelas. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengecek kondisi eksisting, baik atlet maupun cabang olahraganya,” ujar Bupati.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara pemerintah daerah, pengurus KONI, dan seluruh cabor. KONI, lanjutnya, harus benar-benar menjadi induk organisasi yang mampu mengayomi dan membina seluruh cabor secara adil.

“KONI itu ibu bagi cabang olahraga. Harus bisa ngemong dan ngopeni, bukan malah membuat cabor mencari ibu tiri,” tegasnya.

Bupati Ischak berharap kepengurusan baru mampu menciptakan suasana yang kondusif, solid, dan bebas dari konflik internal. Ia juga menegaskan bahwa olahraga merupakan pemersatu bangsa yang tidak membedakan suku, agama, maupun latar belakang.

“Mari jadikan momentum ini sebagai awal kebangkitan olahraga Kabupaten Tegal dengan semangat bersatu dan berprestasi,” pungkasnya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *