PERTINA Kabupaten Tegal Gelar Slawi Boxing Fight, Jadi Ajang Pembinaan Atlet dan Edukasi Generasi Muda

KONI KABUPATEN TEGAL – Persatuan Tinju Amatir Indonesia sukses menyelenggarakan kejuaraan tinju amatir bertajuk “Stop Tawuran, Slawi Boxing Fight” yang berlangsung di halaman Trasa CoWorking Space, Slawi, Kabupaten Tegal, pada 23–24 Mei 2026. Kejuaraan tersebut menjadi momentum penting dalam upaya pembinaan atlet muda sekaligus kampanye sosial untuk mengajak generasi muda menjauhi aksi tawuran dan kekerasan remaja.

Ajang olahraga yang digelar selama dua hari itu diikuti sekitar 90 petinju dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Para peserta bertanding pada kategori junior dan senior, baik dari kalangan pelajar maupun umum. Tingginya antusiasme peserta menunjukkan bahwa olahraga tinju mulai mendapat perhatian besar sebagai wadah pengembangan bakat dan pembentukan karakter anak muda.

Ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia, Ronal Febrico, mengatakan bahwa kejuaraan tersebut merupakan event tinju amatir perdana yang digelar di Kabupaten Tegal dengan skala peserta lintas daerah. Menurutnya, pelaksanaan kegiatan berjalan aman, tertib, dan mendapat sambutan positif dari masyarakat serta pecinta olahraga tinju.

“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan kondusif. Peserta yang mengikuti pertandingan cukup banyak dan datang dari berbagai daerah,” ujar Ronal saat ditemui di lokasi kegiatan.

Ia menjelaskan, sejumlah kontingen yang ikut ambil bagian berasal dari Kabupaten Tegal, Kota Tegal, Brebes, Pemalang, Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Demak, Semarang, hingga komunitas tinju dari Cirebon, Jawa Barat. Kehadiran peserta dari luar daerah menjadi indikator bahwa kompetisi tersebut memiliki daya tarik tersendiri dan mampu menjadi ajang silaturahmi antarpetinju amatir.

Menurut Ronal, kejuaraan ini tidak sekadar menjadi arena pertandingan, tetapi juga bagian dari proses pembinaan atlet usia muda yang berkelanjutan. Selain meningkatkan kemampuan teknik bertanding, kegiatan olahraga seperti ini dinilai mampu menanamkan nilai sportivitas, disiplin, mental juang, dan rasa tanggung jawab kepada para peserta.

Ia menilai olahraga tinju dapat menjadi sarana positif bagi generasi muda untuk menyalurkan energi dan potensi yang dimiliki ke arah yang lebih produktif. Karena itu, pihaknya berharap event serupa dapat digelar secara rutin agar pembinaan atlet tinju di Kabupaten Tegal semakin berkembang.

Sementara itu, Ketua Panitia Kejuaraan, Amin, mengatakan bahwa mayoritas peserta yang tampil dalam kejuaraan tersebut masih berstatus pelajar. Hal itu menjadi alasan utama panitia mengangkat tema “Stop Tawuran” sebagai pesan moral sekaligus edukasi sosial kepada remaja.

Menurut Amin, maraknya kenakalan remaja dan aksi tawuran perlu diantisipasi melalui pendekatan positif, salah satunya lewat kegiatan olahraga. Ia menegaskan bahwa olahraga tinju bukan identik dengan kekerasan, melainkan sarana pembentukan karakter, pengendalian emosi, dan kedisiplinan.

“Sebagian besar peserta masih pelajar. Kami ingin mengajak anak-anak muda agar menyalurkan bakat dan energinya melalui olahraga, bukan melalui tawuran atau kegiatan negatif lainnya,” katanya.

Ia menambahkan, Kabupaten Tegal saat ini juga telah memiliki fasilitas sasana tinju yang berada di kawasan Stadion Tri Sanja Slawi. Keberadaan sasana tersebut diharapkan mampu mendukung proses latihan atlet secara rutin dan terarah.

Dengan adanya fasilitas latihan yang memadai, para atlet muda maupun masyarakat yang memiliki minat di cabang olahraga tinju dapat memperoleh pembinaan yang lebih maksimal. Selain itu, sasana tinju juga diharapkan menjadi pusat pembibitan atlet potensial yang nantinya mampu bersaing di tingkat regional hingga provinsi.

Di sisi lain, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia, Bambang Asmoyo SH MH, memberikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan kejuaraan tinju amatir tersebut. Ia menilai tingginya partisipasi peserta dari berbagai daerah menjadi sinyal positif berkembangnya olahraga tinju di Kabupaten Tegal.

Menurut Bambang, kejuaraan seperti ini sangat penting untuk mendukung pembinaan atlet sekaligus meningkatkan jam terbang petinju muda sebelum turun di kompetisi yang lebih besar.

“Ini menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga tinju di Kabupaten Tegal terus berkembang. Antusiasme peserta dari luar daerah juga sangat baik,” ujarnya.

Bambang berharap dari ajang tersebut akan lahir atlet-atlet potensial yang mampu membawa nama baik Kabupaten Tegal pada berbagai kejuaraan mendatang, termasuk ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026.

Ia optimistis para atlet tinju Kabupaten Tegal memiliki peluang untuk meraih prestasi apabila pembinaan dilakukan secara konsisten dan didukung kompetisi yang berkesinambungan.

“Kami berharap atlet-atlet tinju Kabupaten Tegal nantinya mampu memberikan prestasi terbaik dan meraih medali pada Porprov Jawa Tengah mendatang,” pungkasnya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *