Bupati Tegal Kukuhkan 81 Kontingen untuk Porprov Jateng 2026

KONI KABUPATEN TEGAL – Pemerintah Kabupaten Tegal bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tegal menegaskan komitmennya untuk membangkitkan prestasi olahraga daerah melalui pengukuhan kontingen yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah Tahun 2026. Momentum tersebut ditandai dengan pengukuhan resmi 81 anggota kontingen Kabupaten Tegal yang terdiri dari atlet dan pelatih dalam sebuah acara yang berlangsung di Gedung Dadali, Kompleks Pemerintah Kabupaten Tegal, Jumat (12/6/2026).

Pengukuhan dilakukan langsung oleh Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, sebagai simbol dimulainya persiapan intensif menuju ajang olahraga multi-event terbesar di tingkat Provinsi Jawa Tengah yang akan digelar di kawasan Semarang Raya pada Oktober 2026 mendatang.

Sebanyak 81 anggota kontingen yang dikukuhkan terdiri atas 61 atlet dan 20 pelatih dari 16 cabang olahraga. Mereka merupakan atlet-atlet pilihan yang telah memenuhi persyaratan administrasi maupun teknis untuk mewakili Kabupaten Tegal dalam persaingan olahraga tingkat provinsi.

Dalam sambutannya, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menegaskan bahwa pengukuhan tersebut bukan sekadar seremoni formalitas. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk peneguhan semangat, tanggung jawab, dan komitmen seluruh insan olahraga Kabupaten Tegal dalam memperjuangkan prestasi terbaik bagi daerah.

Ia menilai Porprov merupakan ajang strategis untuk mengukur keberhasilan pembinaan olahraga yang selama ini dilakukan oleh pemerintah daerah, KONI, pengurus cabang olahraga, pelatih, hingga atlet. Oleh sebab itu, seluruh atlet dan pelatih yang telah dipercaya membawa nama Kabupaten Tegal memiliki tanggung jawab besar untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

“Hari ini menjadi momentum penting bagi olahraga Kabupaten Tegal. Pengukuhan ini bukan hanya seremoni, tetapi merupakan peneguhan tekad, semangat, dan komitmen seluruh keluarga besar olahraga Kabupaten Tegal dalam memperjuangkan prestasi terbaik pada Porprov XVII Jawa Tengah Tahun 2026,” ujar Ischak.

Menurutnya, keberhasilan dalam olahraga tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan disiplin, kerja keras, pengorbanan, dan dukungan berbagai pihak. Oleh karena itu, pengukuhan kontingen harus dimaknai sebagai awal dari perjuangan yang sesungguhnya.

Bupati Tegal juga mengajak seluruh atlet dan pelatih untuk menjadikan ajang Porprov sebagai kesempatan membuktikan kualitas serta hasil pembinaan yang selama ini dilakukan. Ia berharap seluruh anggota kontingen mampu menjaga semangat juang, sportivitas, serta rasa percaya diri selama menjalani proses latihan hingga pertandingan berlangsung.

Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Tegal, Bambang Asmoyo, menjelaskan bahwa setelah pengukuhan, para atlet akan memasuki tahapan pembinaan yang lebih terstruktur melalui program Training Center (TC) atau pemusatan latihan yang dijadwalkan berlangsung mulai Juli hingga September 2026.

Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kesiapan atlet dari berbagai aspek, mulai dari kondisi fisik, kemampuan teknik, strategi bertanding, hingga penguatan mental kompetitif. Melalui program tersebut, KONI berharap para atlet dapat mencapai performa terbaik saat bertanding di Porprov XVII Jawa Tengah.

“Kami telah menyiapkan program pembinaan yang lebih intensif agar para atlet dapat meningkatkan kualitas dan performanya secara maksimal. Persiapan yang matang menjadi salah satu faktor penting untuk mencapai hasil terbaik di Porprov,” kata Bambang.

Selain fokus pada peningkatan kualitas latihan, KONI Kabupaten Tegal juga memberikan perhatian khusus terhadap kebutuhan atlet dan pelatih selama masa persiapan. Salah satu bentuk dukungan yang diberikan adalah bantuan nutrisi atau uang vitamin yang akan disalurkan setiap bulan selama pelaksanaan pemusatan latihan.

Bantuan tersebut akan diberikan langsung melalui rekening masing-masing atlet dan pelatih yang telah tercantum dalam Surat Keputusan (SK) resmi kontingen Porprov Kabupaten Tegal. Dukungan tersebut diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan gizi atlet sehingga kondisi fisik tetap terjaga selama menjalani latihan dengan intensitas tinggi.

Tidak hanya itu, KONI Kabupaten Tegal juga memastikan seluruh anggota kontingen mendapatkan perlindungan melalui program BPJS Ketenagakerjaan. Langkah tersebut merupakan bentuk perhatian terhadap aspek keselamatan dan perlindungan sosial bagi atlet maupun pelatih selama menjalani latihan maupun saat bertanding.

Dengan adanya jaminan perlindungan tersebut, para atlet diharapkan dapat lebih fokus dalam menjalani program pembinaan tanpa harus khawatir terhadap risiko yang mungkin terjadi selama aktivitas olahraga.

Dalam mendukung kesehatan atlet secara menyeluruh, KONI Kabupaten Tegal juga menjalin kerja sama dengan penyedia layanan kesehatan berlisensi, MCO. Melalui kerja sama tersebut, para atlet dan pelatih yang mengalami gangguan kesehatan selama masa persiapan dapat memperoleh layanan medis secara gratis pada fasilitas kesehatan yang telah ditunjuk.

Menurut Bambang, pendekatan pembinaan yang diterapkan tidak hanya berorientasi pada perolehan medali semata, tetapi juga menciptakan ekosistem olahraga yang sehat, aman, dan profesional. Dukungan nutrisi, perlindungan sosial, serta layanan kesehatan menjadi bagian penting dalam menunjang keberhasilan program pembinaan atlet.

“Kami berharap seluruh dukungan yang diberikan dapat menjadi motivasi tambahan bagi atlet dan pelatih untuk semakin disiplin, fokus, dan bersemangat dalam menjalani setiap tahapan pembinaan menuju Porprov XVII Jawa Tengah,” ujarnya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *