KONI KABUPATEN TEGAL – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tegal mulai mematangkan persiapan penyelenggaraan Slawi Run 2026 melalui rapat koordinasi yang digelar di Kantor KONI Kabupaten Tegal pada Senin, 20 April 2026. Rapat ini menjadi langkah awal dalam memastikan kesiapan teknis dan nonteknis demi terselenggaranya event olahraga massal yang aman, tertib, dan berdampak luas bagi masyarakat.
Rapat persiapan tersebut dibuka langsung oleh Ketua KONI Kabupaten Tegal, Bambang Asmoyo, dan dihadiri oleh Kepala Bidang Olahraga Disporapar Kabupaten Tegal, Nurhakim, serta jajaran panitia pelaksana Slawi Run 2026.
Dalam arahannya, Bambang Asmoyo menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung kelancaran acara. Menurutnya, Slawi Run bukan sekadar kegiatan olahraga, melainkan momentum strategis untuk mendorong budaya hidup sehat sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.
“Koordinasi yang baik antar pihak sangat diperlukan agar Slawi Run 2026 tidak hanya sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam membangun gaya hidup sehat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bambang menyampaikan bahwa Slawi Run 2026 ditargetkan akan diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, komunitas olahraga, hingga masyarakat umum. Tingginya antusiasme tersebut diharapkan dapat menjadikan Slawi Run sebagai agenda tahunan unggulan Kabupaten Tegal.
“Harapan kami, Slawi Run bisa menjadi event rutin yang dinantikan masyarakat setiap tahun, sekaligus menjadi ikon olahraga rekreasi di Kabupaten Tegal,” tambahnya.
Dalam rapat tersebut, berbagai aspek krusial turut dibahas secara komprehensif. Mulai dari rekayasa lalu lintas, pengaturan area parkir, standar keselamatan peserta, hingga penentuan titik-titik pengamanan di sepanjang rute lari. Semua hal tersebut dirancang secara matang guna meminimalisir potensi kendala saat pelaksanaan.
“Kami ingin memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, nyaman, dan tanpa hambatan. Oleh karena itu, setiap detail kami bahas secara menyeluruh,” tegas Bambang.
Sementara itu, Kabid Olahraga Disporapar Kabupaten Tegal, Nurhakim, memberikan perspektif mengenai tren olahraga lari santai atau fun run yang saat ini semakin berkembang di masyarakat. Ia menyebut bahwa fenomena ini telah mengalami pergeseran makna, dari sekadar aktivitas olahraga menjadi gerakan sosial yang inklusif dan menyenangkan.
“Fun run bukan hanya soal olahraga, tetapi juga menjadi sarana untuk merayakan hidup sehat. Kegiatan ini menghadirkan suasana yang santai, penuh kegembiraan, dan dapat diikuti oleh siapa saja tanpa batasan usia maupun kemampuan,” jelasnya.
Menurut Nurhakim, pendekatan yang lebih fleksibel dan tidak terlalu kompetitif menjadikan fun run sebagai media efektif untuk mengajak masyarakat lebih aktif bergerak. Ia menilai setiap partisipasi dalam kegiatan ini merupakan bentuk kemenangan pribadi dalam melawan gaya hidup pasif.
“Setiap langkah dan keringat yang dikeluarkan dalam fun run memiliki makna. Ini adalah simbol semangat untuk hidup lebih sehat, yang dirayakan bersama dalam suasana kebersamaan,” tambahnya.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Slawi Run 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang olahraga semata, tetapi juga mampu memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan, memperkuat solidaritas sosial, serta menggerakkan potensi ekonomi lokal.(*)