KONI Kabupaten Tegal Lakukan Studi Banding ke Brebes, Bahas Sistem Bonus Atlet

KONI KABUPATEN TEGAL – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tegal melakukan kunjungan kerja sekaligus studi banding ke KONI Kabupaten Brebes, Selasa (13/1/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari dan membandingkan sistem satuan harga (SSH) bonus atlet yang diterapkan di daerah lain.

Rombongan KONI Kabupaten Tegal dipimpin langsung oleh Ketua KONI Kabupaten Tegal, Bambang Asmoyo, dan disambut oleh Ketua KONI Kabupaten Brebes, Abdul Aris As’ad, bersama jajaran pengurus KONI Brebes.

Bambang Asmoyo menjelaskan bahwa studi banding ini dilakukan sebagai upaya mencari referensi dan pembanding dalam penyusunan sistem bonus atlet yang lebih adil dan kompetitif. Menurutnya, keseragaman atau setidaknya keselarasan nilai bonus antar daerah menjadi penting untuk menjaga motivasi dan keberlangsungan pembinaan atlet.

“Kami ingin mencari batas pembanding terkait sistem bonus atlet. Harapannya, minimal ada kesamaan di beberapa daerah, misalnya bonus medali emas yang semula Rp30 juta bisa menjadi Rp50 juta dan berlaku relatif merata di kabupaten/kota lainnya,” ujar Bambang.

Ia menilai perbedaan signifikan dalam sistem satuan harga bonus atlet antar daerah berpotensi menimbulkan perpindahan atlet. Kondisi tersebut dapat berdampak pada keberlangsungan pembinaan olahraga di daerah asal atlet.

“Jika sistem satuan harga terlalu berbeda, bukan tidak mungkin atlet akan ‘loncat pagar’ mencari daerah dengan bonus yang lebih tinggi,” jelasnya.

Melalui kunjungan ini, Bambang berharap KONI Kabupaten Tegal dapat menyelaraskan kebijakan bonus atlet dengan kabupaten dan kota lain, khususnya di wilayah Jawa Tengah. Dengan sistem bonus yang proporsional dan kompetitif, diharapkan atlet dapat lebih fokus pada peningkatan prestasi dan loyal terhadap daerahnya.

Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Brebes, Abdul Aris As’ad, menyambut baik kunjungan tersebut dan menyatakan kesiapan pihaknya untuk berbagi pengalaman serta kebijakan terkait pembinaan atlet dan pemberian bonus prestasi.

Kunjungan kerja ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan koordinasi antardaerah dalam menciptakan sistem pembinaan dan penghargaan atlet yang berkeadilan serta berkelanjutan.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *