KONI KABUPATEN TEGAL – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tegal menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah pengurus cabang olahraga (cabor) guna membahas regulasi terbaru terkait pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah (Porprov Jateng) yang akan digelar dalam waktu dekat.
Rapat tersebut menjadi langkah strategis untuk menyamakan persepsi sekaligus menindaklanjuti berbagai ketentuan baru yang dikeluarkan oleh KONI tingkat provinsi, terutama yang berkaitan dengan jumlah atlet dan ofisial yang diperbolehkan mengikuti ajang multievent olahraga terbesar di Jawa Tengah tersebut.
Ketua KONI Kabupaten Tegal, Bambang Asmoyo, menjelaskan bahwa rapat koordinasi ini melibatkan cabang olahraga yang telah memastikan diri lolos ke Porprov Jateng.
“Ada 16 cabang olahraga yang kami undang dalam rapat ini. Mereka merupakan cabor yang atletnya sudah lolos dan dipersiapkan untuk Porprov,” ujarnya, Rabu 1 April 2026.
Dalam forum tersebut, pembahasan difokuskan mendasari pada surat keputusan (SK) terbaru yang mengatur jumlah kuota atlet dan ofisial. Menurut Bambang, terdapat sejumlah perubahan signifikan yang perlu dicermati oleh setiap cabang olahraga.
Ia mencontohkan, dalam beberapa kasus terjadi pengurangan jumlah kuota yang sebelumnya diajukan oleh daerah. Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius karena berpotensi memengaruhi kekuatan tim yang akan diturunkan.
“Misalnya, dari pengajuan enam orang, yang disetujui hanya empat. Meskipun sebagian besar pengurangan itu terjadi pada posisi ofisial, tetap saja ini menjadi hal yang perlu kita klarifikasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bambang menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin mengambil kesimpulan sepihak terkait kebijakan tersebut. Oleh karena itu, KONI Kabupaten Tegal berencana mengajukan pertanyaan langsung kepada KONI Jawa Tengah guna mendapatkan penjelasan resmi.
Rencananya, klarifikasi tersebut akan dilakukan dalam rapat koordinasi lanjutan di tingkat provinsi yang dijadwalkan berlangsung pada akhir pekan ini.
“Hari Sabtu nanti akan ada rapat koordinasi dengan KONI Jawa Tengah. Di forum itu kami akan mempertanyakan secara langsung alasan pengurangan kuota tersebut,” ungkapnya.
Menurutnya, transparansi dalam penentuan kuota atlet dan ofisial sangat penting agar seluruh daerah memiliki pemahaman yang sama serta dapat mempersiapkan diri secara optimal menjelang Porprov.
Selain itu, Bambang juga berharap agar KONI Jawa Tengah dapat mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menetapkan kebijakan final, termasuk kesiapan atlet, kebutuhan teknis masing-masing cabang olahraga, serta potensi prestasi yang bisa diraih oleh daerah.
“Harapan kami, keputusan yang diambil nantinya benar-benar mempertimbangkan semua aspek. Jangan sampai kebijakan tersebut justru merugikan daerah yang sudah mempersiapkan atletnya dengan maksimal,” tegasnya.(*)