KONI KABUPATEN TEGAL – Dua atlet biliar usia dini asal Kabupaten Tegal, Ali Akbar dan Mustofa, terus menunjukkan keseriusan dalam menekuni olahraga biliar. Keduanya saat ini menjalani latihan teknik secara intensif sebagai bagian dari proses pembinaan atlet sejak usia dini yang dilakukan oleh Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kabupaten Tegal.
Latihan tersebut dilaksanakan di CB Billiard and Cafe, yang berlokasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 19, Procot, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Lokasi ini menjadi salah satu tempat latihan rutin bagi atlet biliar Kabupaten Tegal, khususnya atlet usia muda yang diproyeksikan sebagai calon peraih prestasi di masa depan.
Ali Akbar dan Mustofa dikenal sebagai atlet biliar cilik yang memiliki potensi besar. Meski masih berusia muda, keduanya telah menunjukkan disiplin tinggi serta semangat berlatih yang kuat. Dalam sesi latihan tersebut, berbagai teknik dasar hingga lanjutan diasah secara bertahap dan terstruktur.
Adapun materi latihan yang difokuskan meliputi grip (pegangan stik), bridge (tumpuan tangan), stroke dan ayunan, latihan pukulan dasar, hingga aiming atau ketepatan sasaran. Penguatan teknik ini dinilai sangat penting sebagai fondasi utama dalam pembentukan atlet biliar berprestasi.
Ketua POBSI Kabupaten Tegal, Memet Said, membenarkan bahwa kedua atlet cilik tersebut saat ini sedang menjalani program latihan yang terarah dan berkelanjutan. Menurutnya, pembinaan tidak hanya menitikberatkan pada aspek teknis, tetapi juga pada penguatan mental bertanding.
“Keduanya saat ini fokus menjalani latihan untuk membentuk mental juara. Selain teknik, mental juga sangat penting agar mereka tidak mudah drop atau kehilangan kepercayaan diri saat menghadapi kejuaraan di masa mendatang,” ujar Memet Said.
Ia menambahkan bahwa atlet-atlet biliar Kabupaten Tegal telah menjalani latihan rutin sejak awal tahun 2026. Pola latihan dilakukan secara mandiri terlebih dahulu, kemudian akan diperkuat melalui program pelatihan terpusat yang diselenggarakan oleh KONI Kabupaten Tegal bersama POBSI Kabupaten Tegal, sehingga pembinaan dapat berjalan lebih fokus dan terarah.
“Latihan sudah rutin dilakukan. Nantinya, ketika sudah masuk program pelatihan dari KONI dan POBSI, pembinaan akan lebih terstruktur dan intensif sesuai kebutuhan atlet,” jelasnya.
Selain aspek teknik dan mental, POBSI Kabupaten Tegal juga memberikan perhatian serius terhadap kondisi kesehatan atlet, khususnya atlet usia dini. Pemantauan kebugaran dilakukan untuk memastikan atlet tetap dalam kondisi prima dan tidak mengalami penurunan kesehatan menjelang agenda try out maupun kejuaraan.
“Latihan keras harus diimbangi dengan perhatian terhadap kesehatan. Kami tidak ingin atlet sakit atau drop menjelang agenda penting. Kesehatan menjadi faktor utama dalam pembinaan jangka panjang,” tegas Memet Said.
Melalui pembinaan sejak usia dini ini, POBSI Kabupaten Tegal berharap dapat mencetak regenerasi atlet biliar yang tangguh, berkarakter, dan siap bersaing di level daerah hingga nasional. Kehadiran Ali Akbar dan Mustofa diharapkan menjadi awal lahirnya generasi atlet biliar Kabupaten Tegal yang mampu mengharumkan nama daerah di masa depan.(*)