KONI KABUPATEN TEGAL – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal, KRT Sugono Adinagoro, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana peningkatan anggaran bagi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tegal sebagai langkah strategis dalam memperkuat pembinaan atlet dan meningkatkan prestasi olahraga daerah.
Menurut Sugono, dukungan anggaran yang memadai menjadi faktor krusial dalam membangun ekosistem olahraga prestasi yang kompetitif. Ia menilai alokasi anggaran untuk KONI Kabupaten Tegal yang saat ini berada di kisaran Rp1 miliar masih jauh dari kebutuhan riil untuk membiayai pembinaan atlet di berbagai cabang olahraga.
“Kalau kita ingin prestasi olahraga meningkat, maka dukungan anggaran juga harus realistis. Saat ini anggaran yang ada terlalu minim untuk dibagi ke cabang-cabang olahraga, padahal kebutuhan pembinaan sangat besar,” ujar Sugono, Rabu (15/4/2026).
Sugono menegaskan bahwa peningkatan prestasi atlet tidak dapat dicapai tanpa dukungan pendanaan yang memadai. Menurutnya, pembinaan olahraga membutuhkan biaya besar, mulai dari penyediaan sarana dan prasarana, honor pelatih, kebutuhan latihan, pemusatan latihan, hingga partisipasi dalam berbagai kejuaraan.
Karena itu, ia mendorong agar anggaran KONI Kabupaten Tegal dapat ditingkatkan secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan, bahkan menargetkan nominal ideal mencapai Rp10 miliar pada tahun 2027.
“Kalau menurut saya, idealnya minimal Rp10 miliar. Kalau belum memungkinkan, setidaknya Rp7 miliar agar pembinaan atlet bisa berjalan lebih optimal,” tegasnya.
Sugono menyebut, dengan alokasi anggaran sekitar Rp1 miliar saat ini, banyak kebutuhan cabang olahraga yang belum dapat terpenuhi secara maksimal. Bahkan, menurutnya, untuk satu cabang olahraga besar seperti sepak bola saja anggaran tersebut belum cukup untuk menutup seluruh kebutuhan pembinaan dalam satu tahun.
“Dengan anggaran sekarang itu sangat jauh dari cukup. Untuk satu cabang olahraga seperti sepak bola saja belum tentu bisa menutup kebutuhan penuh, apalagi kita punya banyak cabang olahraga lain yang juga harus dibina,” jelasnya.
Ia menambahkan, Kabupaten Tegal saat ini memiliki sekitar 23 cabang olahraga aktif di bawah naungan KONI, yang seluruhnya membutuhkan perhatian dan pembinaan berkelanjutan. Sejumlah cabang olahraga bahkan telah menunjukkan potensi prestasi dan mampu bersaing di tingkat regional maupun provinsi.
Namun demikian, keterbatasan anggaran selama ini menjadi salah satu kendala utama dalam pengembangan prestasi atlet.
“Kita punya banyak cabang olahraga potensial, dan atlet berprestasi juga cukup banyak. Sayangnya belum semua bisa didukung maksimal karena keterbatasan anggaran,” katanya.
Sugono optimistis bahwa jika peningkatan anggaran dapat direalisasikan, maka kualitas pembinaan atlet akan meningkat secara signifikan. Dampaknya, atlet akan memiliki akses terhadap fasilitas latihan yang lebih layak, peralatan yang lebih memadai, serta program pembinaan yang lebih terstruktur.
“Kalau nanti anggarannya naik, saya yakin prestasi juga akan ikut naik. Karena sarana dan prasarana bisa diperbaiki, latihan lebih maksimal, pelatih bisa bekerja lebih baik, dan atlet lebih fokus dalam persiapan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menilai investasi pada sektor olahraga bukan sekadar soal prestasi, tetapi juga bagian dari pembangunan sumber daya manusia daerah, pembentukan karakter generasi muda, serta peningkatan citra Kabupaten Tegal melalui prestasi di tingkat regional maupun nasional.
Dukungan dari legislatif ini diharapkan menjadi sinyal positif bagi dunia olahraga Kabupaten Tegal dalam menyongsong agenda-agenda kompetisi besar mendatang, termasuk persiapan menghadapi berbagai kejuaraan tingkat provinsi dan nasional.
Dengan adanya komitmen peningkatan anggaran tersebut, KONI Kabupaten Tegal diharapkan dapat semakin optimal dalam menjalankan fungsi pembinaan, pengembangan, dan pencetakan atlet-atlet unggulan yang mampu mengharumkan nama daerah di berbagai ajang olahraga.(*)