KONI KABUPATEN TEGAL – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh atlet muda asal Kabupaten Tegal. Pebiliar berbakat, Brian Axel Ferdian, berhasil meraih juara pertama pada ajang Carabao International Open setelah menaklukkan atlet asal Filipina, Apollo Miranda, di partai final kategori junior.
Kemenangan tersebut menjadi bukti nyata kualitas pembinaan cabang olahraga biliar di Kabupaten Tegal yang terus menunjukkan perkembangan positif. Dalam pertandingan final yang berlangsung sengit, Brian Axel tampil penuh percaya diri, disiplin, serta mampu mengendalikan permainan hingga memastikan gelar juara.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tegal, Bambang Asmoyo, memberikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi Brian Axel menjadi indikator bahwa pembinaan atlet biliar di daerah berjalan dengan baik dan terarah.
“Prestasi ini patut kita banggakan. Ini menunjukkan bahwa pembinaan cabang olahraga biliar di Kabupaten Tegal sudah berada di jalur yang benar dan mampu melahirkan atlet berprestasi di tingkat internasional,” ujar Bambang Asmoyo, Senin 9 Februari 2026.
Meski demikian, Bambang menegaskan bahwa prestasi di ajang turnamen internasional non-jenjang seperti Carabao International Open tidak boleh menjadi titik akhir. Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi modal awal untuk menapaki jenjang kompetisi resmi yang terstruktur dan berkelanjutan.
Menurutnya, tolok ukur keberhasilan pembinaan cabang olahraga bukan hanya diukur dari kemenangan pada turnamen terbuka, melainkan juga dari keberhasilan atlet dalam mengikuti dan berprestasi di kejuaraan resmi yang memiliki sistem berjenjang.
“Prestasi yang ideal adalah yang berkelanjutan, mulai dari Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), Pekan Olahraga Nasional (PON), hingga level internasional seperti SEA Games dan Olimpiade. Itulah indikator utama pembinaan yang berhasil,” tegasnya.
Bambang juga menekankan pentingnya peran setiap cabang olahraga dalam menyusun program pembinaan yang terarah, terukur, dan berkesinambungan. Dengan sistem pembinaan yang baik, atlet tidak hanya mampu meraih prestasi sesaat, tetapi juga dapat mempertahankan performa di berbagai ajang resmi.
“Kami berharap setiap cabor memiliki roadmap pembinaan yang jelas, mulai dari usia dini hingga elite. Tujuannya agar prestasi yang diraih benar-benar berdampak pada peningkatan nama baik Kabupaten Tegal,” lanjutnya.
Ia menambahkan, atlet yang telah menorehkan prestasi di turnamen non-jenjang perlu mendapat pendampingan khusus agar mampu beradaptasi dengan sistem kompetisi resmi. Hal ini penting agar mereka dapat konsisten bersaing di tingkat provinsi, nasional, maupun internasional.
“KONI akan terus mendorong agar atlet-atlet berprestasi seperti Brian Axel mendapatkan pembinaan lanjutan, baik dari sisi teknis, fisik, mental, maupun manajemen karier,” imbuhnya.
Sementara itu, keberhasilan Brian Axel Ferdian di Carabao International Open diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi atlet muda lainnya di Kabupaten Tegal. Prestasi tersebut juga menjadi bukti bahwa atlet daerah mampu bersaing dengan atlet dari luar negeri apabila didukung dengan pembinaan yang tepat.
Dengan dukungan penuh dari KONI, pemerintah daerah, serta pengurus cabang olahraga, Kabupaten Tegal optimistis dapat melahirkan lebih banyak atlet berprestasi yang siap mengharumkan nama daerah di kancah nasional maupun internasional melalui jalur kompetisi resmi dan berjenjang.(*)