Kejuaraan Pencak Silat Piala Ketua Umum 2026 Tingkat Usia Dini Kabupaten Tegal Diikuti 142 Peserta

KONI KABUPATEN TEGAL – Upaya pembinaan olahraga sekaligus pelestarian budaya bangsa terus dilakukan sejak usia dini. Hal tersebut tercermin dalam pelaksanaan Kejuaraan Pencak Silat Piala Ketua Umum 2026 tingkat usia dini Kabupaten Tegal yang diselenggarakan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Tegal dan diikuti oleh ratusan pesilat cilik dari berbagai sekolah dasar di wilayah Kabupaten Tegal.

Ketua Panitia Kejuaraan, Nur Seto, menjelaskan bahwa ajang ini diikuti oleh 142 peserta yang berasal dari berbagai Sekolah Dasar (SD) hingga Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Tegal. Tingginya jumlah peserta menunjukkan antusiasme masyarakat serta sekolah terhadap pengembangan olahraga pencak silat sejak usia dini.

“Kejuaraan ini diikuti oleh 142 peserta dari berbagai SD dan MI di Kabupaten Tegal. Ini menjadi bukti bahwa pencak silat masih sangat diminati dan mendapat tempat di hati generasi muda,” ujar Nur Seto.

Lebih lanjut, Nur Seto menerangkan bahwa kejuaraan ini mempertandingkan beberapa kategori, dengan fokus utama pada kategori tanding. Kategori tersebut dibagi ke dalam berbagai kelas yang disesuaikan dengan usia dan kemampuan peserta, sehingga dapat memfasilitasi seluruh aliran pencak silat, khususnya bagi atlet usia dini.

“Kategori yang dipertandingkan adalah kategori tanding dengan pembagian kelas yang disesuaikan. Hal ini kami lakukan agar seluruh peserta bisa bertanding secara adil dan aman, sekaligus memberikan pengalaman bertanding yang positif,” jelasnya.

Menurutnya, kejuaraan ini tidak hanya berorientasi pada prestasi semata, tetapi juga memiliki tujuan jangka panjang, yakni melestarikan budaya pencak silat sebagai warisan bangsa serta menumbuhkan rasa cinta terhadap olahraga pencak silat sejak usia dini. Dengan mengenalkan pencak silat lebih awal, diharapkan nilai-nilai luhur seperti disiplin, sportivitas, dan mental juang dapat tertanam kuat pada anak-anak.

“Pencak silat bukan sekadar olahraga, tetapi juga budaya. Melalui kejuaraan ini, kami ingin menanamkan kecintaan terhadap pencak silat sejak dini, sehingga generasi muda tetap mengenal dan melestarikan warisan budaya bangsa,” tambah Nur Seto.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembinaan atlet berjenjang. Kejuaraan usia dini dinilai sangat penting sebagai wadah kegiatan positif bagi anak-anak, sekaligus sarana menambah jam terbang dan pengalaman bertanding bagi calon atlet pencak silat Kabupaten Tegal.

“Pembinaan sejak usia dini sangat penting. Melalui kejuaraan ini, anak-anak mendapatkan pengalaman bertanding, belajar mengelola mental, dan mengenal atmosfer kompetisi. Harapannya, dari sini akan lahir atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” tutupnya.

Dengan terselenggaranya Kejuaraan Pencak Silat Piala Ketua Umum 2026 tingkat usia dini ini, Kabupaten Tegal menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem olahraga yang sehat, berkelanjutan, serta berakar pada nilai budaya lokal.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *