KONI KABUPATEN TEGAL – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tegal melaksanakan audiensi dengan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Tegal di Aula Kantor Disporapar, Jumat (23/1/2025).
Audiensi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua KONI Kabupaten Tegal, Bambang Asmoyo, bersama jajaran pengurus, dan diterima oleh Kepala Disporapar Kabupaten Tegal, Ahmad Uwes Qoroni, didampingi Kepala Bidang Olahraga, Nurhakim.
Pertemuan ini menjadi ruang strategis untuk membangun kesepahaman dan memperkuat sinergi antar-lembaga dalam rangka memajukan prestasi olahraga di Kabupaten Tegal, khususnya dalam menghadapi ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026.
Ketua KONI Kabupaten Tegal, Bambang Asmoyo, menyampaikan bahwa audiensi ini bertujuan untuk membahas langkah-langkah konkret serta strategi pembinaan atlet agar Kabupaten Tegal mampu meraih prestasi optimal pada Porprov mendatang.
“Kita memiliki tujuan yang sama, yaitu pengembangan dan pembinaan atlet agar Kabupaten Tegal mampu meraih medali di Porprov 2026. Untuk itu diperlukan sinergi yang kuat antara KONI dan Disporapar,” ujar Bambang.
Selain membahas persiapan Porprov 2026, Bambang juga menekankan pentingnya komunikasi terkait formulasi bonus atlet sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih.
“Formula bonus atlet perlu dibicarakan bersama secara matang. Kami berharap anggaran yang dibutuhkan KONI dalam menghadapi Porprov dapat terakomodir. Alhamdulillah, KONI dan Disporapar memiliki visi yang sama untuk memajukan olahraga di Kabupaten Tegal,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Disporapar Kabupaten Tegal, Ahmad Uwes Qoroni, menyampaikan bahwa pihaknya sepakat dengan KONI untuk menjadikan prestasi sebagai indikator utama keberhasilan pembinaan olahraga.
“Prestasi bisa dicapai melalui berbagai jalur, baik event tingkat kabupaten, provinsi, hingga internasional. Target minimal kita adalah mampu masuk minimal 20 besar pada Porprov Jawa Tengah,” ungkapnya.
Ia mengakui bahwa posisi Kabupaten Tegal saat ini masih berada di peringkat bawah, sehingga diperlukan strategi berbasis data dan pemetaan potensi atlet secara menyeluruh. Salah satunya melalui pendataan atlet, pelatih, masa berlaku SK, tempat latihan, hingga penyusunan basis data terpadu.
“Kita perlu mengetahui sentra-sentra cabang olahraga. Misalnya voli di Margasari atau basket di Slawi. Dari data tersebut, pembinaan akan lebih terarah dan terukur,” jelasnya.
Uwes juga menambahkan bahwa keterbatasan anggaran tidak menjadi penghalang untuk menyusun target jangka pendek dan menengah, termasuk penetapan target perolehan medali pada Porprov 2026.
“Dengan anggaran yang ada, kita harus tetap berjalan. Misalnya target satu emas di Porprov 2026 dengan peningkatan kelas prestasi. Anggaran Disporapar dan KONI harus saling melengkapi,” tegasnya.
Di kesempatan yang sama, Kepala Bidang Olahraga Disporapar Kabupaten Tegal, Nurhakim, menyampaikan bahwa evaluasi pembinaan akan terus dilakukan secara bertahap setelah indikator dan kriteria penilaian ditetapkan.
“Minggu depan akan mulai dilakukan evaluasi lanjutan secara bertahap agar pembinaan atlet lebih fokus dan berkelanjutan,” pungkasnya.(*)