KONI KABUPATEN TEGAL – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tegal memastikan kesiapan kontingen daerah dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah. Sebanyak 16 cabang olahraga (cabor) telah dipastikan akan ambil bagian dalam ajang olahraga prestasi tingkat provinsi tersebut, dengan melibatkan total 96 atlet, pelatih, dan pendamping.
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua KONI Kabupaten Tegal, Bambang Asmoyo, saat ditemui awak media di Kantor KONI Kabupaten Tegal, Kamis (22/1/2026). Ia menegaskan bahwa seluruh cabang olahraga yang akan diberangkatkan saat ini tengah menjalani tahapan persiapan secara bertahap dan terukur.
“Untuk Porprov Jawa Tengah nanti, KONI Kabupaten Tegal menyiapkan 16 cabang olahraga. Jika dihitung secara keseluruhan, jumlah atlet, pelatih, dan pendamping yang terlibat mencapai 96 orang,” ujar Bambang.
Menurutnya, keikutsertaan dalam Porprov bukan sekadar memenuhi kuota partisipasi, melainkan menjadi bagian dari upaya serius KONI Kabupaten Tegal dalam meningkatkan prestasi olahraga daerah. Oleh karena itu, seluruh cabor didorong untuk menjalani persiapan optimal, baik dari sisi teknis maupun nonteknis.
Adapun 16 cabang olahraga yang dipersiapkan meliputi biliar, soft tenis, pencak silat, petanque, sepak takraw, bola tangan, karate, atletik, bola basket, menembak, akuatik, panahan, judo, tinju, panjat tebing, hingga esport. Seluruh cabor tersebut dinilai memiliki potensi untuk bersaing dan menyumbangkan medali bagi Kabupaten Tegal.
Bambang Asmoyo menjelaskan, KONI Kabupaten Tegal telah menetapkan sejumlah cabang olahraga unggulan yang diharapkan mampu meraih hasil maksimal, khususnya dalam perolehan medali emas.
“Kami tentu menargetkan prestasi. Ada beberapa cabang olahraga yang menjadi andalan KONI Kabupaten Tegal. Namun demikian, cabang olahraga lainnya juga kami dorong agar mampu meraih medali dan prestasi,” jelasnya.
Ia tidak menampik bahwa persaingan di Porprov Jawa Tengah dipastikan akan berlangsung ketat. Setiap kabupaten dan kota diprediksi akan menurunkan atlet-atlet terbaik hasil pembinaan jangka panjang. Meski begitu, Bambang menekankan bahwa kondisi tersebut justru harus dijadikan motivasi bagi atlet dan pelatih Kabupaten Tegal.
“Persaingan memang tidak mudah, tetapi kami berharap atlet dan pelatih tidak berkecil hati. Justru melalui kompetisi inilah kualitas pembinaan dapat diuji dan ditunjukkan,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung kesiapan atlet, KONI Kabupaten Tegal juga menyiapkan program pembinaan terpadu. Program tersebut meliputi training center (TC), pelaksanaan try out atau uji tanding, hingga pendampingan dari sisi mental dan psikologis atlet.
“Ke depan, kami akan memaksimalkan pembinaan secara menyeluruh. Tidak hanya latihan fisik dan teknik, tetapi juga kesiapan mental. Kami bahkan berencana menghadirkan dokter dan psikolog untuk membantu atlet agar siap bertanding secara mental dan emosional,” tambah Bambang.
Dengan dukungan pembinaan yang berkelanjutan, sinergi antara KONI, cabang olahraga, pelatih, serta atlet, KONI Kabupaten Tegal optimistis kontingen daerah mampu tampil maksimal dan mengharumkan nama Kabupaten Tegal pada ajang Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah mendatang.(*)