KONIKABTEGAL – Sebanyak 1.234 pelajar dari jenjang TK hingga SMA se-Kabupaten Tegal mengikuti Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) cabang olahraga atletik yang diselenggarakan oleh Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Tegal, di GOR Trisanja, Slawi.
Kejurkab atletik tersebut mempertandingkan sejumlah nomor, di antaranya lari, tolak peluru, dan lompat jauh, serta menjadi ajang atletik perdana berskala kabupaten yang digelar secara resmi di Kabupaten Tegal.
Antusiasme peserta terlihat sejak awal perlombaan. Para pelajar berlomba menunjukkan kemampuan terbaik mereka demi meraih prestasi sekaligus membuka peluang menjadi atlet unggulan yang dapat dibina ke jenjang lebih tinggi.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Tegal, Ahmad Uwes Qoroni, mengatakan kegiatan kejuaraan seperti ini memiliki peran penting dalam pembinaan olahraga, khususnya untuk menjaring bibit atlet potensial sejak usia dini.
“Event olahraga seperti kejurkab ini memang perlu rutin dilakukan untuk menjaring potensi atlet unggul. PASI Kabupaten Tegal telah memanfaatkan fasilitas yang ada, seperti running track di GOR Trisanja, dengan sangat baik,” kata Uwes, Senin 15 Desember 2025.
Ia menilai tingginya antusiasme masyarakat yang hadir di GOR Trisanja tidak hanya berasal dari peserta lomba, tetapi juga dari guru, wali murid, dan para pendamping yang ingin menyaksikan langsung prestasi anak didiknya.
“Animo masyarakat yang tinggi ini juga didukung oleh sarana dan prasarana olahraga yang memadai. Tadi saya sempat berdialog dengan para pendamping, mereka menyebut anak-anak semakin semangat karena lintasan lari yang baru dan nyaman untuk latihan,” ungkapnya.
Setelah kejuaraan atletik ini berakhir, Uwes mendorong PASI Kabupaten Tegal untuk segera melakukan seleksi dan pembinaan lanjutan terhadap atlet-atlet berpotensi, khususnya dalam persiapan menghadapi ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) tingkat provinsi.
“Tinggal bagaimana kita memupuk semangat mereka melalui pelatihan yang terstruktur dan berkelanjutan. Masih banyak pekerjaan rumah, dan kita harus terus belajar agar pembinaan atlet bisa lebih optimal,” pungkasnya.***